Apabila kita berdoa, Allah SWT pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja waktu yang akan menjawabnya. Dan dalam bentuk yang mungkin berbeda yang tidak sesuai keinginan kita tetapi bermanfaat untuk kita. Serta bisa jadi tabungan kita untuk di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa,” (HR. Ath-Thabrani).
Kemalangan yang besar bagi orang yang doanya sudah
tidak dihiraukan Allah. Biasanya doa tidak terjawab karena hati yang mati
karena getaran tidak akan sampai di hadapan Allah. Hati yang mati tatkala jasat
masih hidup bagaikan bangkai berjalan.
Berikut adalah beberapa penyakit batin
yang membuat hati mati:
1. Kenal
betul Allah Swt tapi hak-Nya untuk disembah tidak pernah kita laksanakan
2. Membaca
Al-Quran tapi ajarannya tidak pernah dilakukan bahkan isinya diinjak-injak
3. Mengaku
sebagai umat Nabi Muhammad tapi sunnahnya tidak dilakukan bahkan mengingkarinya
4. Tiap
hari makan nikmatnya tapi tidak mensyukurinya
5. Yakin
bahwa mati adalah sesuatu yang benar tapi tidak mempersiapkannya
6. Menyatakan
ingin masuk surga tapi melemparkan diri pada jalan ke neraka
7. Menguburkan
orang mati tapi tidak mau mengambil I’tibar (pelajaran) perbuatan yang dikubur.
Solusinya adalah memperbaiki batin dan berdoa dengan
adab yang benar dan memperhatikan syarat-syarat doa dikabulkan.
Adab/Tata cara berdoa:
1. Memilih
waktu yang mulia: (Bulan ramadan, 1/3 malam akhir setiap hari, hari jumat
2. Memilih
keadaan yang istimewa: ketika mengatur barisan perang di jalan Allah Swt, antara
adzan dan iqomah, ketika hujan gerimis
3. Menghadap
ke arah kiblat
4. Menyederhanakan
suara atau tidak terlalu keras
5. Berdoa
tidak asal-asalan
6. Khusuk
7. Yakin
doa dikabulkan
8. Mengawali
menyebut nama Allah/berdzikir pada Allah.
1.
Khusyu dan ikhlas karena Allah. Sebagai tersebut dalam
firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah
kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,”
(QS. Al-Jin: 18).
2.
Tidak terburu-buru. Hendaknya janganlah mengucapkan,
“Aku sudah berdoa dan berdoa berkali-kali, tetapi belum dikabulkan juga oleh
Allah.” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dikabulkan doa salah seorang di
antara kalian, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: aku sudah berdoa, tetapi
belum juga dikabulkan,” (HR. Muslim).
3.
Berdoa tidak untuk dosa. Ataupun memohon sesuatu yang
dilarang, sebagaimana hadis berikut, “Senantiasa dikabulkannya doa seorang
hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR.
Muslim dan Tarmidzi).
4.
Penuh keyakinan. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kamu
kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan.
Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari
lubuk hati yang lupa lagi lalai.” Disamping itu hendaknya mengetahui dan
memahami makna doa yang dipanjatkan serta senantiasa ingat kepada siapa ia
berhadapan. Karena Allah tidak akan menerima doa seorang hamba yang sekedar
basa-basi. Jangan ada keragu-raguan dalam hati, misalnya “dikabulkan Allah gak
sih doa saya nanti?”
5.
Makan dan minumlah dari yang halal. Allah berfirman,
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal
yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS.
Al-Mu’minun: 51). Dan dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah
di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah
kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah:
172).
6.
Bertakwa kepada Allah. Sebagaimana tersebut dalam
firman Allah SWT, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil
dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban,
maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima
dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata
Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang
bertakwa’,” (QS. Al-Maidah: 27).
7.
Dengan rendah hati dan bersuara lembut. Firman Allah
SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf:
55).
8.
Jangan memohon sesuatu yang mustahil didapat. Dalilnya
adalah surat al-A’raf Ayat 55, seperti diatas. Karena mengharap sesuatu yang
muluk-muluk dan tidak masuk akal akan menyebabkan kita menjauh dari Allah.
9.
Diulang tiga kali. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, “Adalah
para Nabi AS, apabila beliau berdoa, berdoa tiga kali, dan apabila meminta juga
meminta tiga kali,” (HR. Muslim). Karena berdoa diulang-ulang tiga kali adalah
menunjukkan kesungguhan dalam berdoa atau meminta. Hal ini sesuai dengan firman
Allah, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa (benar-benar) berdoa
kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 186).
10.Berdo’alah di waktu dan tempat yang
mustajab.
11.Sabar dan shalat. Allah berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah: 153).

0 komentar:
Posting Komentar
pertanyaan pasti dijawab, komentar pasti ditanggapi