Rabu, 25 Maret 2015

Tata Cara dan Syarat Doa dikabulkan

Allah SWT berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina,” (QS. Al-Mu’min: 60).
Apabila kita berdoa, Allah SWT pasti mengabulkan doa kita. Hanya saja waktu yang akan menjawabnya. Dan dalam bentuk yang mungkin berbeda yang tidak sesuai keinginan kita tetapi bermanfaat untuk kita. Serta bisa jadi tabungan kita untuk di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa,” (HR. Ath-Thabrani).
Kemalangan yang besar bagi orang yang doanya sudah tidak dihiraukan Allah. Biasanya doa tidak terjawab karena hati yang mati karena getaran tidak akan sampai di hadapan Allah. Hati yang mati tatkala jasat masih hidup bagaikan bangkai berjalan.

Berikut adalah beberapa penyakit batin yang membuat hati mati:
1.    Kenal betul Allah Swt tapi hak-Nya untuk disembah tidak pernah kita laksanakan
2.    Membaca Al-Quran tapi ajarannya tidak pernah dilakukan bahkan isinya diinjak-injak
3.    Mengaku sebagai umat Nabi Muhammad tapi sunnahnya tidak dilakukan bahkan mengingkarinya
4.    Tiap hari makan nikmatnya tapi tidak mensyukurinya
5.    Yakin bahwa mati adalah sesuatu yang benar tapi tidak mempersiapkannya
6.    Menyatakan ingin masuk surga tapi melemparkan diri pada jalan ke neraka
7.    Menguburkan orang mati tapi tidak mau mengambil I’tibar (pelajaran) perbuatan yang dikubur.

Solusinya adalah memperbaiki batin dan berdoa dengan adab yang benar dan memperhatikan syarat-syarat doa dikabulkan.

Adab/Tata cara berdoa:
1.    Memilih waktu yang mulia: (Bulan ramadan, 1/3 malam akhir setiap hari, hari jumat
2.    Memilih keadaan yang istimewa: ketika mengatur barisan perang di jalan Allah Swt, antara adzan dan iqomah, ketika hujan gerimis
3.    Menghadap ke arah kiblat
4.    Menyederhanakan suara atau tidak terlalu keras
5.    Berdoa tidak asal-asalan
6.    Khusuk
7.    Yakin doa dikabulkan
8.    Mengawali menyebut nama Allah/berdzikir pada Allah.

Sebagian adab tersebut juga termasuk dalam syarat-syarat doa dikabulkan berikut ini:
1.    Khusyu dan ikhlas karena Allah. Sebagai tersebut dalam firman Allah SWT, “Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdoa kepada seorang jua pun di dalamnya disamping berdoa kepada Allah,” (QS. Al-Jin: 18).
2.    Tidak terburu-buru. Hendaknya janganlah mengucapkan, “Aku sudah berdoa dan berdoa berkali-kali, tetapi belum dikabulkan juga oleh Allah.” Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dikabulkan doa salah seorang di antara kalian, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: aku sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan,” (HR. Muslim).
3.    Berdoa tidak untuk dosa. Ataupun memohon sesuatu yang dilarang, sebagaimana hadis berikut, “Senantiasa dikabulkannya doa seorang hamba selama ia berdoa tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan,” (HR. Muslim dan Tarmidzi).
4.    Penuh keyakinan. Rasulullah bersabda, “Berdoalah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa doamu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu, bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.” Disamping itu hendaknya mengetahui dan memahami makna doa yang dipanjatkan serta senantiasa ingat kepada siapa ia berhadapan. Karena Allah tidak akan menerima doa seorang hamba yang sekedar basa-basi. Jangan ada keragu-raguan dalam hati, misalnya “dikabulkan Allah gak sih doa saya nanti?”
5.    Makan dan minumlah dari yang halal. Allah berfirman, “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan dalam ayat lain, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah: 172).
6.    Bertakwa kepada Allah. Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa’,” (QS. Al-Maidah: 27).
7.    Dengan rendah hati dan bersuara lembut. Firman Allah SWT, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Al-A’raf: 55).
8.    Jangan memohon sesuatu yang mustahil didapat. Dalilnya adalah surat al-A’raf Ayat 55, seperti diatas. Karena mengharap sesuatu yang muluk-muluk dan tidak masuk akal akan menyebabkan kita menjauh dari Allah.
9.    Diulang tiga kali. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, “Adalah para Nabi AS, apabila beliau berdoa, berdoa tiga kali, dan apabila meminta juga meminta tiga kali,” (HR. Muslim). Karena berdoa diulang-ulang tiga kali adalah menunjukkan kesungguhan dalam berdoa atau meminta. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa (benar-benar) berdoa kepada-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 186).
10.Berdo’alah di waktu dan tempat yang mustajab.
11.Sabar dan shalat. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al-Baqarah: 153).

Selasa, 10 Maret 2015

Inilah Salah Satu Keajaiban Air Zam Zam Yang Perlu Anda Ketahui

Kamis, 26 Februari 2015

Pengobatan penyakit dan pemecahan masalah secara mandiri


Mengatasi masalah hidup atau menyembuhkan penyakit bisa dilakukan sendiri tanpa perantara orang lain. Meski tidak ada salahnya memanfaatkan kemampuan orang lain karena biasanya kita tidak ingin repot, sementara aktifitas tetap berjalan sekaligus masalah atau penyakit tetap teratasi. Tapi jangan lupa bahwa kita tidak tahu dengan cara apa dan bagaimana orang lain memperlakukan masalah atau penyakit kita. Kita tidak akan pernah tahu obat yang diberikan pada tubuh kita itu terbuat dari apa dan bagaimana cara membuatnya. Kalo sakit kita sembuh kita anggap mujarab, tapi kalo tidak sembuh-sembuh tentu kita anggap penyakitnya berat sehingga membutuhkan waktu yang lama dan obat yang banyak agar sembuh. Sama halnya ketika orang “pintar” mengatasi masalah kita, kitapun tidak tahu bagaimana orang itu melakukannya dan mantera apa yang diucapkannya. Maka ketika masalah kita tidak cepat selesai, kita hanya menganggap orang pintar itu kurang “ampuh”.
Sebenarnya tidak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, artinya kita sendiri juga bisa mengatasi masalah hidup atau penyakit dengan cara kita sendiri. Semua penyakit pasti ada obatnya, semua masalah pasti ada solusinya. “Jadi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya dan tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.” Allah swt menciptakan segala sesuatu selalu berpasangan. Di antaranya langit dan bumi, surga dan neraka, siang dan malam, susah dan senang, sakit dan sehat, dan masih banyak lagi termasuk diciptakan penyakit tentu juga diciptakan pula obatnya. Begitu juga ketika terjadi masalah tentu telah tersedia solusinya. Cuma kadang kita saja yang kurang sabar dan teliti serta tidak adanya kemauan untuk mencari obat atau solusi sendiri.

Sabda Nabi Muhammad saw:
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya. Ada yang tahu, dan ada juga yang tidak tahu “ (H.R. Ahmad, shahih)
 
Sebelum anda melanjutkan untuk mengikuti artikel ini sebaiknya tanamkan keyakinan pada diri anda terlebih dulu bahwa kita hidup tentu ada yang menciptakan dan menghidupkan. Siapa Dia? Pastilah Tuhan, dan Tuhan yang saya maksud di sini adalah Allah Swt Tuhan-Nya umat Islam. Hanya kepada-Nyalah diwajibkan manusia menyembah dan memohon segala yang diinginkan. Tapi jangan lupa meski Tuhan-Nya umat Islam, bukan berarti selain umat Islam tidak diperkenankan meminta sesuatu kepada-Nya. Kenyataannya semua mahluk di bumi ini telah diberikan rahmat dan kasih sayang-Nya. Itu artinya Allah swt selalu “memberi” kepada siapapun tanpa terkecuali lebih-lebih yang dengan sengaja memintanya. Bahkan orang yang nyata-nyata tidak menyembah-Nya pun diberi baik minta atau tidak. Tentu akan “lebih” pasti diberi pada orang yang sungguh-sungguh memintanya.
Meminta sesuatu kepada Allah swt dalam akidah islam disebut do’a. Do’a  ada yang diterima ada yang tidak, artinya ada yang di kabulkan ada yang tidak. Tapi di sini saya menganjurkan mintalah terus sampai dikabulkan atau diberi atas permintaan kita. Sebagai ilustrasi kita yang tidak berniat memberi seorang pengemis, ketika dia meminta terus meski tidak diberi bahkan kadang dengan mengiba dengan isak tangis, apakah kita masih tidak mau memberi? Ya kalau kita memang dasarnya pelit mungkin tetap tidak memberi. Tapi jika kemudian pengemis itu mengikuti kita terus ke manapun kita melangkah, masa iya kita tetap tidak memberi. Paling tidak akhirnya kita akan memberi meski tanpa keikhlasan atau dengan niat memberi agar kita tidak repot karena diikuti terus menerus.
Mungkin berat rasanya jika dalam meminta kepada Allah swt seperti pengemis tadi, tapi setidaknya kita sudah berusaha melakukan perintah Allah swt.
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

artinya “berdoalah kepadaku niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (Q.S Al-Mukmin:60)

Dan Allah swt tidak akan memberikan cobaan pada manusia yang di luar batas kemampuannya.


لاَ يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Albaqoroh:286)
    Bagi anda yang mengalami masalah atau sakit, di blog ini akan saya share cara mengatasinya dengan cara sendiri. Dan kalau ada yang merasa butuh penjelasan, bimbingan, atau apalah istilahnya hubungi saya dijamin "tidak diminta imbalan apapun". Karena bagi aya menyampaikan atau memberi sesuatu yang baik pada orang lain tentu akan baik pula bagi saya.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template