Mengatasi
masalah hidup atau menyembuhkan penyakit bisa dilakukan sendiri tanpa perantara
orang lain. Meski tidak ada salahnya memanfaatkan kemampuan orang lain karena
biasanya kita tidak ingin repot, sementara aktifitas tetap berjalan sekaligus
masalah atau penyakit tetap teratasi. Tapi jangan lupa bahwa kita tidak tahu dengan
cara apa dan bagaimana orang lain memperlakukan masalah atau penyakit kita. Kita
tidak akan pernah tahu obat yang diberikan pada tubuh kita itu terbuat dari apa
dan bagaimana cara membuatnya. Kalo sakit kita sembuh kita anggap mujarab, tapi
kalo tidak sembuh-sembuh tentu kita anggap penyakitnya berat sehingga
membutuhkan waktu yang lama dan obat yang banyak agar sembuh. Sama halnya
ketika orang “pintar” mengatasi
masalah kita, kitapun tidak tahu bagaimana orang itu melakukannya dan mantera
apa yang diucapkannya. Maka ketika masalah kita tidak cepat selesai, kita hanya
menganggap orang pintar itu kurang “ampuh”.
Sebenarnya tidak
ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, artinya kita sendiri juga bisa mengatasi
masalah hidup atau penyakit dengan cara kita sendiri. Semua penyakit pasti ada
obatnya, semua masalah pasti ada solusinya. “Jadi tidak ada penyakit yang tidak
ada obatnya dan tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.” Allah swt
menciptakan segala sesuatu selalu berpasangan. Di antaranya langit dan bumi, surga
dan neraka, siang dan malam, susah dan senang, sakit dan sehat, dan masih
banyak lagi termasuk diciptakan penyakit tentu juga diciptakan pula obatnya. Begitu
juga ketika terjadi masalah tentu telah tersedia solusinya. Cuma kadang kita
saja yang kurang sabar dan teliti serta tidak adanya kemauan untuk mencari obat
atau solusi sendiri.
Sabda Nabi Muhammad saw:
Sabda Nabi Muhammad saw:
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل
لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ
“ Sesungguhnya Allah tidak menurunkan
penyakit kecuali menurunkan pula obatnya. Ada yang tahu, dan ada juga yang
tidak tahu “ (H.R. Ahmad, shahih)
Sebelum anda melanjutkan
untuk mengikuti artikel ini sebaiknya tanamkan keyakinan pada diri anda
terlebih dulu bahwa kita hidup tentu ada yang menciptakan dan menghidupkan. Siapa
Dia? Pastilah Tuhan, dan Tuhan yang saya maksud di sini adalah Allah Swt
Tuhan-Nya umat Islam. Hanya kepada-Nyalah diwajibkan manusia menyembah dan
memohon segala yang diinginkan. Tapi jangan lupa meski Tuhan-Nya umat Islam,
bukan berarti selain umat Islam tidak diperkenankan meminta sesuatu kepada-Nya.
Kenyataannya semua mahluk di bumi ini telah diberikan rahmat dan kasih sayang-Nya.
Itu artinya Allah swt selalu “memberi” kepada siapapun tanpa terkecuali
lebih-lebih yang dengan sengaja memintanya. Bahkan orang yang nyata-nyata tidak
menyembah-Nya pun diberi baik minta atau tidak. Tentu akan “lebih” pasti diberi
pada orang yang sungguh-sungguh memintanya.
Meminta sesuatu
kepada Allah swt dalam akidah islam disebut do’a. Do’a ada yang diterima ada yang tidak, artinya ada
yang di kabulkan ada yang tidak. Tapi di sini saya menganjurkan mintalah terus
sampai dikabulkan atau diberi atas permintaan kita. Sebagai ilustrasi kita yang
tidak berniat memberi seorang pengemis, ketika dia meminta terus meski tidak
diberi bahkan kadang dengan mengiba dengan isak tangis, apakah kita masih tidak
mau memberi? Ya kalau kita memang dasarnya pelit mungkin tetap tidak memberi. Tapi
jika kemudian pengemis itu mengikuti kita terus ke manapun kita melangkah, masa
iya kita tetap tidak memberi. Paling tidak akhirnya kita akan memberi meski
tanpa keikhlasan atau dengan niat memberi agar kita tidak repot karena diikuti
terus menerus.
Mungkin berat
rasanya jika dalam meminta kepada Allah swt seperti pengemis tadi, tapi
setidaknya kita sudah berusaha melakukan perintah Allah swt.
ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ
artinya “berdoalah kepadaku niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (Q.S
Al-Mukmin:60)
Dan Allah swt tidak akan memberikan cobaan pada manusia yang di luar batas kemampuannya.
لاَ يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
Bagi anda yang mengalami masalah atau sakit, di blog ini akan saya share cara mengatasinya dengan cara sendiri. Dan kalau ada yang merasa butuh penjelasan, bimbingan, atau apalah istilahnya hubungi saya dijamin "tidak diminta imbalan apapun". Karena bagi aya menyampaikan atau memberi sesuatu yang baik pada orang lain tentu akan baik pula bagi saya.

0 komentar:
Posting Komentar
pertanyaan pasti dijawab, komentar pasti ditanggapi