Kamis, 26 Februari 2015

Pengobatan penyakit dan pemecahan masalah secara mandiri


Mengatasi masalah hidup atau menyembuhkan penyakit bisa dilakukan sendiri tanpa perantara orang lain. Meski tidak ada salahnya memanfaatkan kemampuan orang lain karena biasanya kita tidak ingin repot, sementara aktifitas tetap berjalan sekaligus masalah atau penyakit tetap teratasi. Tapi jangan lupa bahwa kita tidak tahu dengan cara apa dan bagaimana orang lain memperlakukan masalah atau penyakit kita. Kita tidak akan pernah tahu obat yang diberikan pada tubuh kita itu terbuat dari apa dan bagaimana cara membuatnya. Kalo sakit kita sembuh kita anggap mujarab, tapi kalo tidak sembuh-sembuh tentu kita anggap penyakitnya berat sehingga membutuhkan waktu yang lama dan obat yang banyak agar sembuh. Sama halnya ketika orang “pintar” mengatasi masalah kita, kitapun tidak tahu bagaimana orang itu melakukannya dan mantera apa yang diucapkannya. Maka ketika masalah kita tidak cepat selesai, kita hanya menganggap orang pintar itu kurang “ampuh”.
Sebenarnya tidak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, artinya kita sendiri juga bisa mengatasi masalah hidup atau penyakit dengan cara kita sendiri. Semua penyakit pasti ada obatnya, semua masalah pasti ada solusinya. “Jadi tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya dan tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.” Allah swt menciptakan segala sesuatu selalu berpasangan. Di antaranya langit dan bumi, surga dan neraka, siang dan malam, susah dan senang, sakit dan sehat, dan masih banyak lagi termasuk diciptakan penyakit tentu juga diciptakan pula obatnya. Begitu juga ketika terjadi masalah tentu telah tersedia solusinya. Cuma kadang kita saja yang kurang sabar dan teliti serta tidak adanya kemauan untuk mencari obat atau solusi sendiri.

Sabda Nabi Muhammad saw:
إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya. Ada yang tahu, dan ada juga yang tidak tahu “ (H.R. Ahmad, shahih)
 
Sebelum anda melanjutkan untuk mengikuti artikel ini sebaiknya tanamkan keyakinan pada diri anda terlebih dulu bahwa kita hidup tentu ada yang menciptakan dan menghidupkan. Siapa Dia? Pastilah Tuhan, dan Tuhan yang saya maksud di sini adalah Allah Swt Tuhan-Nya umat Islam. Hanya kepada-Nyalah diwajibkan manusia menyembah dan memohon segala yang diinginkan. Tapi jangan lupa meski Tuhan-Nya umat Islam, bukan berarti selain umat Islam tidak diperkenankan meminta sesuatu kepada-Nya. Kenyataannya semua mahluk di bumi ini telah diberikan rahmat dan kasih sayang-Nya. Itu artinya Allah swt selalu “memberi” kepada siapapun tanpa terkecuali lebih-lebih yang dengan sengaja memintanya. Bahkan orang yang nyata-nyata tidak menyembah-Nya pun diberi baik minta atau tidak. Tentu akan “lebih” pasti diberi pada orang yang sungguh-sungguh memintanya.
Meminta sesuatu kepada Allah swt dalam akidah islam disebut do’a. Do’a  ada yang diterima ada yang tidak, artinya ada yang di kabulkan ada yang tidak. Tapi di sini saya menganjurkan mintalah terus sampai dikabulkan atau diberi atas permintaan kita. Sebagai ilustrasi kita yang tidak berniat memberi seorang pengemis, ketika dia meminta terus meski tidak diberi bahkan kadang dengan mengiba dengan isak tangis, apakah kita masih tidak mau memberi? Ya kalau kita memang dasarnya pelit mungkin tetap tidak memberi. Tapi jika kemudian pengemis itu mengikuti kita terus ke manapun kita melangkah, masa iya kita tetap tidak memberi. Paling tidak akhirnya kita akan memberi meski tanpa keikhlasan atau dengan niat memberi agar kita tidak repot karena diikuti terus menerus.
Mungkin berat rasanya jika dalam meminta kepada Allah swt seperti pengemis tadi, tapi setidaknya kita sudah berusaha melakukan perintah Allah swt.
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

artinya “berdoalah kepadaku niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (Q.S Al-Mukmin:60)

Dan Allah swt tidak akan memberikan cobaan pada manusia yang di luar batas kemampuannya.


لاَ يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Albaqoroh:286)
    Bagi anda yang mengalami masalah atau sakit, di blog ini akan saya share cara mengatasinya dengan cara sendiri. Dan kalau ada yang merasa butuh penjelasan, bimbingan, atau apalah istilahnya hubungi saya dijamin "tidak diminta imbalan apapun". Karena bagi aya menyampaikan atau memberi sesuatu yang baik pada orang lain tentu akan baik pula bagi saya.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template